Breaking News

Dari Infaq Pegawai, Bupati Serang Bangun Rumah Warga Miskin



BANTENPERSPEKTIF.COM, KAB.SERANG --- Kondisi keuangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang seret membuat para pegawai di Pemerintah Kabupaten Serang prihatin dan menggalakan infaq. Dana tersebut kemudian disalurkan ke sejumlah program, diantaranya membangun rumah layak huni untuk warga miskin sebanyak 50 unit.

Bupati Serang,  Ratu Tatu Chasanah berterima kasih kepada para pegawai  yang telah memberikan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan rumah layak huni. Diketahui, total rumah tak layak huni saat ini mencapai 10.000 unit.

“Alhamdulillah para pegawai paham bahwa untuk membangun rumah layak huni bagi warga miskin tidak cukup hanya dengan APBD yang jumlahnya terbatas, jadi sukarela mereka iuran dan berinfaq,” kata Tatu saat meresmikan 20 rumah layak huni di Desa Sukasari, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, Kamis (23/11/2017).

Menurut Tatu, dengan semangat gotong royong maka bisa membantu keterbatasan anggaran di Pemda. Selain bersumber dari Infaq, kata Ketua DPD Golkar Propinsi Banten ini, pihaknya juga dibantu oleh  pemerintah pusat melalui APBN dan dimanfaatkan untuk memperbaiki 20 RTLH, Pemerintah Provinsi Banten 120 RTLH sedangkan dari APBD Pemkab Serang hanya cukup untuk membangun 80 RTLH.

"Selain itu, ada juga dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB sebanyak 98 RTLH. Istilahnya kita keroyokan dan gotong royong memperbaiki RTLH,” ujarnya. Hadir dalam peresmian tersebut,  Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang Wardi Muslih, Camat Tunjung Teja Tarkul Wasit dan ratusan warga.

Usai peresmian, Bupati meninjau rumah yang sudah diperbaiki. Sejumlah warga tampak terharu dan  tangis harupun mewarnai suasana acara tersebut. Sebagian memeluk Tatu sebagai wujud terimakasih atas program tersebut. Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Serang, Wardi Muslih mengatakan, dari hasil Infak dan Shadaqah tahun 2017, terkumpul Rp 9,1 miliar. Sebagian berasal dari infaq pegawai Pemkab Serang sebesar Rp 900 juta.

 “Selain disalurkan untuk membangun rumah layak huni, dana tersebut kita gunakan untuk membantu korban putting beliung sebesar 140 juta dan saat ini tersisa 190 juta,” katanya. Wardi menambakan, target penerimaan Baznas Kabupaten Serang sendiri 10,8 Milyar dan saat ini  target tersebut belum terpenuhi.

“Hampir seluruh program sudah dilakukan seperti  bantuan bedah rumah per unit Rp 20 juta. Khusus di Kecamatan Tunjungteja sudah menyalurkan sebanyak 20 rumah dengan total anggaran Rp 400juta. Sisanya yang sudah dibangun tersebar di kecamatan lainnya, ” katanya.

Sumber | Press Release
Editor | Karnoto

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close